📋 Spesifikasi Produk
| Ukuran | : 32 x 45 cm (Standar) |
| Media | : Kopi asli di atas kanvas |
| Bingkai | : Frame / Spanram berupa rangka kayu di belakang kanvas yang diregangkan. |
| Ketebalan | : 2 cm (Siap dipasang di dinding) |
| Teknik | : Handpainted dengan metode Scrap khusus |
🎨 Cerita di Balik Karya
Lukisan kopi ini menghadirkan Bunda Maria sebagai Mater Dolorosa—Ibu yang berdukacita namun tetap setia dalam iman. Wajahnya yang teduh dan menunduk mencerminkan penyerahan total kepada kehendak Allah, sebuah doa yang tidak diucapkan dengan kata, tetapi dihidupi dalam keheningan dan penderitaan yang penuh harapan.
Warna merah kecokelatan dari kopi melambangkan darah, pengorbanan, dan cinta yang ditebus melalui kesetiaan. Tekstur alami kopi mengingatkan bahwa rahmat ilahi hadir melalui hal-hal sederhana dan rendah hati, sebagaimana Maria dipilih dari kesunyian Nazaret untuk mengambil bagian dalam karya keselamatan.
Lukisan ini mengundang umat untuk berhenti sejenak, masuk dalam keheningan, dan merenungkan makna ketaatan, penderitaan, serta pengharapan yang berakar pada iman akan kasih Allah yang tak pernah meninggalkan manusia.
“Bunda Maria inkulturatif , Mater Dolorosa dalam Cahaya Kopi”

📋 Spesifikasi Produk
| Ukuran | : 32 x 45 cm (Standar) |
| Media | : Kopi asli di atas kanvas |
| Bingkai | : Frame / Spanram berupa rangka kayu di belakang kanvas yang diregangkan. |
| Ketebalan | : 2 cm (Siap dipasang di dinding) |
| Teknik | : Handpainted dengan metode Scrap khusus |
🎨 Cerita di Balik Karya
Lukisan kopi ini menghadirkan Bunda Maria sebagai Mater Dolorosa—Ibu yang berdukacita namun tetap setia dalam iman. Wajahnya yang teduh dan menunduk mencerminkan penyerahan total kepada kehendak Allah, sebuah doa yang tidak diucapkan dengan kata, tetapi dihidupi dalam keheningan dan penderitaan yang penuh harapan.
Warna merah kecokelatan dari kopi melambangkan darah, pengorbanan, dan cinta yang ditebus melalui kesetiaan. Tekstur alami kopi mengingatkan bahwa rahmat ilahi hadir melalui hal-hal sederhana dan rendah hati, sebagaimana Maria dipilih dari kesunyian Nazaret untuk mengambil bagian dalam karya keselamatan.
Lukisan ini mengundang umat untuk berhenti sejenak, masuk dalam keheningan, dan merenungkan makna ketaatan, penderitaan, serta pengharapan yang berakar pada iman akan kasih Allah yang tak pernah meninggalkan manusia.


