“Yesus Meredakan Badai, Teduh dalam Sabda”
📋 Spesifikasi Produk
| Ukuran | : 47 x 65 cm (A2) |
| Media | : Kopi asli di atas kanvas |
| Bingkai | : Frame / Spanram berupa rangka kayu di belakang kanvas yang diregangkan. |
| Ketebalan | : 2 cm (Siap dipasang di dinding) |
| Teknik | : Handpainted dengan metode Scrap khusus |
🎨 Cerita di Balik Karya
Lukisan kopi ini menggambarkan Yesus yang berdiri di atas perahu di tengah badai, sebagaimana diwartakan dalam Injil Markus 4:39: “Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau: Diam! Tenanglah!” Dalam seketika, angin mereda dan danau menjadi teduh sekali.
Sosok Kristus digambarkan tegak dengan tangan terbuka, menghadapi kekuatan alam yang bergelora. Layar kapal yang tertiup angin dan ombak yang bergulung menjadi lambang kegelisahan dan ketakutan manusia. Namun di tengah kekacauan itu, Yesus hadir sebagai sumber ketenangan—mengajarkan bahwa iman bukanlah bebas dari badai, melainkan keberanian untuk percaya di tengahnya.
Medium kopi berwarna merah kecokelatan menghadirkan nuansa dramatis sekaligus membumi, mengingatkan bahwa peristiwa ilahi hadir di tengah kehidupan manusia yang nyata. Karya ini dibuat dengan teknik scrap atau gores, bukan menggunakan kuas, melainkan dengan mengikis lapisan kopi pada permukaan bidang. Melalui metode ini, cahaya dan gerak badai muncul dari proses pengurangan dan sayatan, menciptakan tekstur yang hidup dan dinamis, seolah angin dan air benar-benar bergerak di dalam bidang lukisan.
Lukisan ini mengajak setiap orang untuk merenungkan badai-badai dalam hidup—ketakutan, keraguan, dan kegelisahan—serta menemukan kembali keyakinan bahwa Sabda Kristus mampu menghadirkan keteduhan, bahkan di tengah gelombang yang paling dahsyat.
